CategoriesLiputan, Seminar

RINGER LAKTAT ID, PKB DAN KELAS DARING

Simposium merupakan salah satu upaya pendidikan kedokteran berkelanjutan (continueing medical education/CME) bagi profesi dokter. Ringerlaktat.id ikut ambil bagian dalam symposium SCARS (Revisiting wounds: Basic and Update Review on Wound Care Management in Daily Practice) yang diselenggarakan oleh Fakultas Kedokteran UNS. Simposium ini diadakan di Hotel Best Western Premier, Solo Baru pada tanggal 24 Maret 2019. Pada symposium ini Ringerlaktat.id membuka peluang bagi para dokter yang hadir pada acara tersebut untuk turut berpartisipasi dalam pembuatan kelas daring pada website Ringerlaktat.id. Kelas daring yang dibuat Ringerlaktat.id dapat membantu para sejawat dokter di seluruh Indonesia untuk selalu memperbarui informasi kedokteran yang setiap hari mengalami perkembangan.

Saat ini dunia kedokteran berada dalam era dimana kegiatan dan tindakan harus sesuai dengan standar terbaru yang dikeluarkan oleh kolegium masing masing. Oleh karena itu diperlukan sebuah standart yaitu Standar Profesi, Standar Pelayanan Medis, Standar Prosedur & Standar Kinerja. Hal ini sesuai dengan UU Nomor 29 tentang Praktek Kedokteran, dimana setiap dokter yang melakukan praktek kedokteran di Indonesia wajib memiliki surat tanda registrasi dari Konsil Kedokteran Indonesia dan sertifikat kompetensi berupa tanda pengakuan terhadap kemampuan seorang dokter untuk menjalankan praktek kedokteran yang dikeluarkan oleh Kolegium masing-masing. Pembuatan undang-undang ditujukan untuk melindungi pasien dan juga dokter selaku pemberi pelayanan kedokteran. Pada undang undang ini pula tercakup adanya kewajiban bagi dokter untuk menjaga dan menambah ilmu dan keterampilannya dalam pelayanan kedokteran.

Program Pendidikan Kedokteran Berkelanjutan/Continuing Medical Education (PKB/CME) adalah proses pendidikan dan pelatihan di bidang ilmu kedokteran yang ditujukan untuk dokter yang telah menyelesaikan pendidikan kedokteran dan yang sedang mengikuti pendidikan spesialis dalam rangka mengikuti perkembangan terkini dari dunia kedokteran. PKB/CME yang efektif perlu memiliki tiga karakteristik utama, yaitu memenuhi kebutuhan akan penguasaan perkembangan ilmu kedokteran, pembelajaran didasari oleh kebutuhan terkini, dan adanya tindak lanjut setelah program pendidikan berakhir.

 

CategoriesInformasi

Bagaimana Ringerlaktat.id Bisa Membantu?

RingerLaktat.id (RLID) merupakan layanan kursus online atau Massive Open Online Course (MOOC) di bidang pendidikan kedokteran yang pertama di Indonesia.

Sebagaimana cairan infus Ringer Laktat yang salah satu fungsinya untuk me-resusitasi kondisi syok atau me-rehidrasi pasien yang lemah, RLID hadir untuk membantu calon sejawat di seluruh fakultas kedokteran di Indonesia mendapatkan akses materi pendidikan kedokteran.

Pada prinsipnya terdapat 2 pengguna dalam RLID yaitu fasilitator dan peserta. Fasilitator merupakan sejawat dokter baik yang sedang internship, dokter umum, dokter yang sedang mengambil PPDS (Residen) maupun dokter spesialis untuk berbagi ilmu dengan para calon sejawat lewat RLID. Sejawat dokter dapat berbagi ilmu mengenai berbagai materi kedokteran yang sesuai kompetensi dokter umum dengan cara membuat berbagai kelas dan topiknya.

Ringerlaktatid
Ringerlaktatid

Sedangkan peserta merupakan mahasiswa pre-klinik, koas, maupun mahasiswa yang akan mengikuti UKMPPD. Para peserta dapat mencari dan memilih berbagai topik kursus yang ingin diikuti.

CategoriesInformasi

Kebutuhan Media Belajar Kedokteran

Fakultas Kedokteran (FK) masih menjadi favorit di masyarakat. FK akan mencetak seorang dokter yang merupakan garda terdepan dalam layanan kesehatan. Meskipun demikian, perjalanan menjadi seorang dokter tidak lah sederhana. Kurikulum pendidikan dokter yang kompleks dimana aspek kognitif, afektif dan psikotor diasah selama 3,5-4 tahun di fase pre-klinik, 1,5-2 tahun di fase Koasisten, dan persiapan menghadapi Uji Kompetensi Dokter (UKMPPD)  merupakan proses yang harus dilalui.

Hingga tahun 2018 terdapat 86 FK di Indonesia, beberapa diantaranya adalah FK baru (fig.1) Jumlah ini meningkat dibandingkan tahun 2015 yang hanya berjumlah 75 FK. Dalam proses pembelajaran, seluruh FK diharuskan menerapkan kurikulum yang mencakup seluruh kompetensi yang tercantum dalam SKDI (Standar Kompetensi Dokter Indonesia) 2012.

Fig.1 Fakta Jumlah FK di Indonesia
Fig.1 Fakta Jumlah FK di Indonesia

Tentunya dalam proses pendidikan tersebut memiliki berbagai tantangan, diantaranya adalah keterbatasan SDM.Dokter berperan sebagai pengajar dan penyebaran dokter di Indonesia yang belum merata (fig 2). Materi kedokteran termutakhir yang masih didominasi oleh konten berbahasa inggris tentunya merupakan tantangan tersendiri bagi calon dokter (cadok).

Fig.2 Tantangan dunia Pendidikan FK
Fig.2 Tantangan dunia Pendidikan FK

Untuk mengkonfirmasi hipotesis tersebut, kami melakukan mini survei terhadap 220 cadok dari berbagai FK mengenai kebutuhan tersebut pada akhir 2018 lalu. Beberapa temuan yang didapatkan diantaranya berupa kebutuhan akan konten belajar berbahasa Indonesia.

Konten yang paling sering dicari adalah materi kuliah dan jurnal kedokteran disamping e-book dan artikel medis (fig.4). Konten yang dicari cenderung dalam bentuk digital (Fig5).

Fig.3 Kebutuhan media belajar digital
Fig.3 Kebutuhan media belajar digital

Fig.5 Media belajar yang sering diakses
Fig.5 Media belajar yang sering diakses

Hal yang menarik adalah adanya kebutuhan yang belum terpenuhi (unmet needs) oleh FK tempat mereka belajar mengenai konten tersebut.(Fig 6)

Fig.6 Unmet needs di FK asal
Fig.6 Unmet needs di FK asal

Hal tersebut yang melatarbelakangi RLID hadir memberikan untuk menyediakan akses  terhadap materi di bidang kedokteran ke seluruh wilayah di mana cadok berada, kapanpun selama terkoneksi dengan internet!

CategoriesLiputan, Seminar

RingerLaktatid Dukung Lomba Rekam Medis Melalui Fasilitas CBT

Bekerjasama dengan Himpunan Mahasiswa Rekam Medis dan Informasi Kesehatan (HM-RMIK) Fakultas Kesehatan Universitas Dian Nuswantoro (UDINUS), Ringerlaktat.id men-support fasilitas CBT (Computer Based Test) online untuk Lomba Rekam Medis. Lomba ini diadakan pada Sabtu 9 Maret 2019 yang diikuti oleh sekitar 70 peserta. Lomba dilaksanakan di Lab Gedung D UDINUS dan menggunakan fitur CBT yang ada di RingerLaktat.id.

Computer Based Test atau Tes Berbasis Komputer merupakan sebuah tes yang menggunakan media sebagai alat bantu pelaksaanaan tes. Pada tes dengan sistem CBT, penyajian dan pemilihan soal CBT dilakukan secara terkomputerisasi sehingga setiap peserta yang mengerjakan tes mendapatkan paket soal yang berbeda-beda.

Penggunaan sistem CBT pada ujian atau lomba juga memiliki beberapa keuntungan dibandingkan paper based test (PBT). Komputerisasi soal pada saat ujian mengurangi penggunaan kertas (paperless) karena peserta tidak lagi perlu menghitamkan bulatan pada lembar jawaban. Hal ini memberikan kesempatan bagi peserta untuk mendapatkan nilai lebih baik karena tidak perlu khawatir jawaban tidak terbaca. Bagi pemeriksa, pencocokan kunci jawaban dilakukan oleh komputer sehigga menghemat waktu pemeriksaan, selain itu hasil tes bisa langsung dilihat oleh peserta maupun pengawas. Seperti yang telah dijelaskan diatas soal yang dikerjakan peserta bersifat acak, sehingga siswa soal yang dikerjakan oleh peserta berbeda.

Lomba rekam medis

Lomba rekam medis
Peserta dari HM-RMIK sedang mengerjakan soal dengan sistem CBT

Apabila berminat mengadakan event serupa atau bekerja sama menggunakan fitur ini di instansi anda, silahkan menghubungi kami via email ringerlaktat.id@gmail.com