CategoriesInformasi

Langkah Demi Langkah dalam Pendidikan Dokter di Indonesia

Menjadi dokter masih menjadi pilihan karier yang banyak diminati hingga saat ini. Ilmu kedokteran adalah ilmu yang terus berkembang sehingga orang-orang yang menekuni profesi dokter, apapun alasan dan motivasinya, haruslah konsisten untuk terus belajar sepanjang hayat. Sejak masa pendidikan pun pendidikan kedokteran merupakan sebuah proses yang cukup panjang dengan berbagai tahapan-tahapannya yang memiliki standar nasional agar proses pendidikan ini dapat menghasilkan dokter yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Ketika seseorang diterima menjadi mahasiswa kedokteran di sebuah institusi pendidikan kedokteran yang secara langsung ada di bawah Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti), ia akan menjalani dua tahapan pendidikan yaitu tahap sarjana kedokteran dan tahapan profesi dokter. Model kurikulum yang menjadi standar nasional pendidikan dokter di Indonesia saat ini adalah kurikulum berbasis kompetensi yang berorientasi pada masalah kesehatan individu, keluarga dan masyarakat dalam konteks pelayanan kesehatan primer. Walaupun memiliki standar nasional, tiap institusi pedidikan kedokteran diberikan kebebasan untuk mengembangkan kurikulumnya masing-masing asalkan terdiri dari 80% kurikulum yang disahkan oleh Konsil Kedokteran Indonesia, dan 20% sisanya adalah muatan unggulan lokal. Hal inilah yang menyebabkan adanya variasi di tiap institusi pendidikan dokter di Indonesia.

Tahapan pertama pendidikan dokter adalah tahap akademik setingkat sarjana. Di tahap ini mahasiswa akan mempelajari ilmu biomedis, kedokteran klinis, bioetika dan humaniora kesehatan, ilmu pendidikan kedokteran serta kedokteran komunitas dan kesehatan masyarakat. Ada juga kurikulum elektif yang dapat dipilih oleh mahasiwa kedokteran

Kurikulum elektif ini dikembangkan oleh masing-masing institusi sesuai dengan keunggulan atau kebutuhan daerah di institusi tersebut berada. Contoh kurikulum elektif yaitu kedokteran herbal, akupuntur medis, bioteknologi, kedokteran olahraga, kedokteran penerbangan, dan lain-lain. Pendidikan tahap akademik bervariasi di tiap institusi. Rata-rata mahasiswa kedokteran di Indonesia menempuh tahapan ini selama 3,5-4 tahun dengan minimal 144 sks. Waktu maksimal yang diberikan untuk menempuh tahapan ini adalah tujuh tahun akademik sesuai Peraturan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia Nomor 44 tahun 2015 pasal 16 ayat 1d. Apabila sudah menyelesaikan masa pendidikan akademik, mahasiswa akan memperoleh gelar sarjana kedokteran (S.Ked).

Tahapan kedua dari pendidikan dokter adalah tahap profesi dokter. Beberapa institusi pendidikan dokter ada yang mensyaratkan ujian komprehensif sebagai syarat bagi mahasiswa untuk masuk ke tahap ini. Di tahap ini mahasiswa akan mendapatkan pembelajaran klinik dan komunitas. Masa pendidikan pada tahap profesi dokter adalah minimal empat semester.

Mahasiswa menjadi dokter muda yang terlibat langsung dalam pelayanan kesehatan di bawah supervisi dosen pembimbing. Pembelajaran dilakukan di rumah sakit pendidikan, pusat kesehatan masyarakat, laboratorium atau fasilitas lain yang sudah bekerja sama dengan institusi pendidikan kedokteran. Semenjak tahapan ini dokter muda mulai menerapkan etika profesi dan ilmu yang sudah didapat selama tahap akademik. Di tahap ini dokter muda akan menjalani rotasi klinik per departemen, beberapa institusi pendidikan dokter di Indonesia juga menyelenggarakan stase terintegrasi setelah dokter muda.

Jalan Panjang Dokter
Jalan Panjang Dokter

Setelah menyelesaikan pendidikan profesi dokter, seorang dokter muda tidak otomatis memperoleh gelar dokter. Dokter muda harus mengikuti Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter (UKMPPD) yang bersifat nasional dengan tujuan memperoleh ijazah dokter dan mendapatkan sertifikat kompetensi dari Konsil Kedokteran Indonesia. Setelah dinyatakan lulus UKMPPD maka mahasiswa berhak mengangkat sumpah dokter, mendapatka sertifikat profesi dan sertifikat kompetensi.

Daftar Pustaka

  • Konsil Kedokteran Indonesia. 2012. Standar Kompetensi Dokter Indonesia. Jakarta: KKI.
  • Konsil Kedokteran Indonesia. 2012. Standar Pendidikan Profesi Dokter Indonesia. Jakarta: KKI.
  • Republik Indonesia. 2013. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2013 tentang Pendidikan Kedokteran. Jakarta: Sekretariat Negara.
  • Kementerain Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi. 2015. Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 2015 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi. Jakarta: Kemenristekdikti.
  • Kementerain Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi. 2018. Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2018 tentang Standar Nasional Pendidikan Kedokteran. Jakarta: Kemenristekdikti.

Oleh : dr. Utari Nur Alifah