CategoriesKulwap, Liputan

STUNTING: KULIAH WHATSAPP PAKAR TINGKATKAN KEPEDULIAN ORANGTUA

Kulwap 1
Kulwap stunting

Pada hari Rabu, 25 September 2019, RingerLaktat.id telah melaksanakan Kuliah Whatsapp (Kulwap) pertamanya. Topik STUNTING, Penyebab, Bahaya dan Cara Penanganannya yang sedang hangat menjadi bahan pembicaraan di Indonesia diangkat sebagai topik kulwap perdana ini. Seorang dokter spesialis anak, dr. Rudy Zakky Pahlawan, M.Kes, Sp.A, diundang untuk mepaparkan materi stunting kepada 250 peserta kulwap. Tujuan kulwap stunting ini adalah untuk meningkatkan kepedulian serta kewaspaan orang tua terhadap kondisi anaknya yang berada dala masa pertumbuhan.

Masalah stunting merupakan salah satu permasalahan gizi yang dihadapi di berbagai belahan dunia, salah satunya di Indonesia. Kondisi stunting berhubungan dengan peningkatan risiko terjadinya kesakitan dan kematian pada balita, Selain itu problem stunting juga menyebabkan perkembangan otak suboptimal sehingga perkembangan motorik terlambat dan terhambatnya pertumbuhan mental.

Pendek
Perbedaan pendek dan stunting

Menurut RISKESDAS prevalensi stunting pada anak turun dari angka 37,2% pada tahun 2013 menjadi 30,8 persen pada 2018, namun angka stunting masih tergolong tinggi di Indonesia. WHO mencatat, 60 dari 134 negara memiliki tingkat stunting di bawah standar 20 persen. Ambang batas prevalensi stunting dari WHO mengategorikan angka stunting 20 sampai kurang dari 30 persen sebagai tinggi, dan lebih dari atau sama dengan 30 persen sangat tinggi. Indonesia tidak sendiri. Ada 44 negara lain dalam kategori angka stunting sangat tinggi.

Menurut dr. Rudy Zakky Pahlawan, M.Kes, Sp.A, kondisi stunting sebenarnya dapat dicegah dengan pengisian buku KIA secara rutin. Asupan makanan yang seimbang juga antara makronutrien dan mikronutrien juga dapat membantu mencegah terjadinya kondisi stunting pada anak. Selain itu, dengan pemantauan ketat dari masa kehamilan hingga anak mencapai usia 2 tahun, kejadian stunting dapat segera ditatalaksana sehingga tidak menimbulkan efek buruk dimasa depan.

Manajemen Nutrisi
Manajemen nutrisi pada bayi 2 tahun