CategoriesInformasi

Fakultas Kedokteran (FK) masih menjadi favorit di masyarakat. FK akan mencetak seorang dokter yang merupakan garda terdepan dalam layanan kesehatan. Meskipun demikian, perjalanan menjadi seorang dokter tidak lah sederhana. Kurikulum pendidikan dokter yang kompleks dimana aspek kognitif, afektif dan psikotor diasah selama 3,5-4 tahun di fase pre-klinik, 1,5-2 tahun di fase Koasisten, dan persiapan menghadapi Uji Kompetensi Dokter (UKMPPD)  merupakan proses yang harus dilalui.

Hingga tahun 2018 terdapat 86 FK di Indonesia, beberapa diantaranya adalah FK baru (fig.1) Jumlah ini meningkat dibandingkan tahun 2015 yang hanya berjumlah 75 FK. Dalam proses pembelajaran, seluruh FK diharuskan menerapkan kurikulum yang mencakup seluruh kompetensi yang tercantum dalam SKDI (Standar Kompetensi Dokter Indonesia) 2012.

Fig.1 Fakta Jumlah FK di Indonesia
Fig.1 Fakta Jumlah FK di Indonesia

Tentunya dalam proses pendidikan tersebut memiliki berbagai tantangan, diantaranya adalah keterbatasan SDM.Dokter berperan sebagai pengajar dan penyebaran dokter di Indonesia yang belum merata (fig 2). Materi kedokteran termutakhir yang masih didominasi oleh konten berbahasa inggris tentunya merupakan tantangan tersendiri bagi calon dokter (cadok).

Fig.2 Tantangan dunia Pendidikan FK
Fig.2 Tantangan dunia Pendidikan FK

Untuk mengkonfirmasi hipotesis tersebut, kami melakukan mini survei terhadap 220 cadok dari berbagai FK mengenai kebutuhan tersebut pada akhir 2018 lalu. Beberapa temuan yang didapatkan diantaranya berupa kebutuhan akan konten belajar berbahasa Indonesia.

Konten yang paling sering dicari adalah materi kuliah dan jurnal kedokteran disamping e-book dan artikel medis (fig.4). Konten yang dicari cenderung dalam bentuk digital (Fig5).

Fig.3 Kebutuhan media belajar digital
Fig.3 Kebutuhan media belajar digital

Fig.5 Media belajar yang sering diakses
Fig.5 Media belajar yang sering diakses

Hal yang menarik adalah adanya kebutuhan yang belum terpenuhi (unmet needs) oleh FK tempat mereka belajar mengenai konten tersebut.(Fig 6)

Fig.6 Unmet needs di FK asal
Fig.6 Unmet needs di FK asal

Hal tersebut yang melatarbelakangi RLID hadir memberikan untuk menyediakan akses  terhadap materi di bidang kedokteran ke seluruh wilayah di mana cadok berada, kapanpun selama terkoneksi dengan internet!