CategoriesInformasi, Tips Trik eLearning

Kebijakan untuk #StudyFromHome bagi Mahasiswa dan #WorkFromHome bagi Dosen selama pandemi Covid tentunya berdampak pada proses belajar mengajar. Kebiasaan mengajar secara tatap muka ‘terpaksa’ digantikan secara online atau yang sering kita sebut sebagai e-Learning.

Tentunya kebiasaan ini membuat dosen lebih cenderung memilih platform e-Learning yang bersifat Synchronous yaitu seperti kuliah langsung berhadapan melalui video dan slide materi kuliah. Konsekuensi penggunaan media synchronous ini seperti Zoom, Google Hangout/Meet, Skype, Teams, dan sebagainya adalah membutuhkan kuota internet yang besar baik dari pihak dosen maupun mahasiswa.

Hal ini sebaiknya dipertimbangkan bagi dosen apakah mahasiswa harus real-time (synchronous) tatap muka atau dapat memanfaatkan media yang bersifat asynchronous yang dapat diakses sewaktu-waktu dan ramah kuota. Untuk itu RingerLaktatID akan memberikan tips dan trik bagaimana membuat video dari slide kuliah yang ramah kuota.

Pertama-tama siapkan slide kuliah yang akan digunakan (utamakan yang tanpa animasi) di PC/Laptop Kemudian convert ke PDF lalu kirim ke Smartphone bisa melalui WA desktop, Telegram Desktop, Bluetooth, email dan sebagainya.

Lalu pastikan smartphone anda memiliki aplikasi PDF Viewer seperti Google PDF Reader, WPS Office, Adobe Acrobat Reader dan sebagainya untuk membaca file slide kuliah tadi.

Kemudian pastikan pula memiliki aplikasi perekam layar atau screen recorder. Buka pengaturan (setting) lalu atur ukuran resolusi, sumber suara serta kualitas rekaman. 

Berikutnya siapkan headset/mikrofon apabila ingin hasil rekaman suara lebih jernih.  Lalu pastikan file PDF sudah pada posisi mendatar (Landscape). Nah, anda sudah bisa memulai rekaman video langsung sebagaimana anda menjelaskan slide perkuliahan dengan menekan tombol mulai merekam.

Kemudian tekan tombol stop perekam layar apabila sudah selesai kemudian cek hasil rekaman. Apabila kurang memuaskan, sialhkan mengulang lagi tahap diatas

Agar mudah untuk dibagikan atau dipasang ke platform e-Learning asynchronous, maka sebaiknya video yang sudah direkam di-upload ke Youtube terlebih dahulu.

Atur hasil unggahan di youtube apakah untuk Publik (dapat dilihat semua pengguna), Tidak Terdaftar (hanya bisa diakses yang memiliki alamat link), atau Privat (hanya pengguna yang bisa menonton).

Nah, video sebenarnya sudah bisa di-share ke mahasiswa jika menggunakan kategori Publik atau Tidak Terdaftar seperti diatas.

Tapi apabila dosen atau institusi belum memiliki platform e-Learning, maka dapat memanfaatkan MOOC (Massive Open Online Course) dari RingerLaktatID secara gratis untuk mengelola proses perkuliahan secara online mulai dari hand-out, slide, video, forum tanya jawab, Live Lecture hingga evaluasi kuis dengan CBT (computer based test). . 

 

Yup, semoga tips dan trik ini bermanfaat untuk membantu perkuliahan online agar materi bisa tersampaikan. Sampai jumpa di tips dan trik berikutnya ya…


Apabila tertarik info lebih lanjut mengenai MOOC baik versi Free maupun Pro untuk institusi silahkan menghubungi via WA dengan CS kami.